Mau buat Web? Silahkan Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

 

Toko Online Amazon.com

amazon link

 

Iklan-iklan


Masukkan Code ini K1-C57482-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Polling

   

Translator
Motivator Indonesia
The Other Links
Page Rank


 

Locations of visitors to this page

 

Chat with Admin
Welcome
image

admin@bloggersemarang.com

0898-98-59-0-59

Tukeran Link Yuk!

Blogger Semarang!

Chat With Us




ShoutMix chat widget

Facebook
Sponsor

Kontes SEO indositehost.com

 

Jika Anda, Seorang :

Pelajar

Karyawan

Mahasiswa

Pengusaha

Investor

Ingin Penghasilan tambahan?

call : 08989859059

Silahkan Klik Disini

Pasang Iklan Disini

Paket IklanNew

Selamanya New

Hanya 220 Ribu,

Produk Anda Akan di Iklankan Selamanya

( Bonus URL pilihan Anda )

Tersebar  ke lebih dari

5000  Website, Full Trafic

 

Search Engine Friendly

BONUS WEBSITE

( bagi yang beriklan paket 1 tahun )

Kirim materi Iklan ke:

admin@bloggersemarang.com

SMS Konfirmasi :

08989859059


UNTUK MENDAPATKAN WEBSITE DENGAN HARGA MURAH Rp.350.000 dan mendapatkan BONUS JUTAAN/MINGGU,- ANDA BISA MENGHUBUNGI NOMER HP : 0898-98-59-059, atau CUKUP KLIK LINK DI BAWAH INI

Klik Disini

Peta Pariwisata Kota Semarang

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke kota Semarang atau hanya sekedar ingin mengenal kota loenpia ini. Disini ada peta yang bisa menjadi panduan anda untuk jalan-jalan di Semarang. Silahkan donwload dengan cara mengklik gambar peta ini. Type file *rar.



Articles (3)

Keywords: analisis

Uji Paired T Test Dengan SPSS

image

Dalam statistik pendidikan, satu masalah yang penting adalah apakah proses pembelajaran telah memberikan tambahan pengetahuan kepada siswa. hal ini sangat penting karena terkait dengan keberhasilan kerja seorang guru. jika setelah mengikuti proses belajar mengajar, siswa-siswa tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda adanya peningkatan pemahaman, berarti ada yang salah dengan proses pembelajarannya.
Nah, untuk membuktikan apakah proses pembelajaran telah memberikan tambahan kemampuan kepada para siswa, kita akan berhadapan dengan pengujian beda-rata-rata. dalam SPSS, untuk menguji apakah ada perbedaan kemampuan siswa-siswa sebelum dan setelah mengikuti proses pembelajaran dikenal dengan uji Paired Sample T-Test .

Untuk melakukan pengujian hipotesis beda dua rata-rata yang saling berhubungan digunakan Paired Sample T Test. Proses pengujian dengan menggunakan program SPSS adalah sebagai berikut:

Masukkan data yang dimiliki ke dalam program SPSS sebagai berikut:



Setelah itu klik ANALYZE > COMPARE MEANS > PAIRED SAMPLE T TEST sehingga kota dialog Paired Sample T Test muncul:



Setelah kotak dialog muncul, masukkan variable sebelum dan sesudah secara berurutan ke dalam kotak Paired Variabels



Setelah itu klik OK hingga output SPSS menampilkan hasil sebagai berikut:

Tabel Paired Samples Statistics menunjukkan bahwa sekor yang diperoleh siswa mengalami kenaikan dari 63,00 menjadi 67,71. Sedangkan korelasi antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti les sebesar 0,906 sehingga ada hubungan yang signifikan kemampuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti les.


Output selanjutnya adalah paired sample test dimana dipaparkan hasil analisis SPSS terhadap perbedaan rata-rata.

Pada tabel di atas terlihat bahwa mean sebesar -4,714 dengan standar deviasi sebesar 5,648. Nilai thitung sebesar -2,208. Sedangkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,069 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan nilai siswa sebelum ataupun sesudah mengikuti les.


sumber: http://statistikpendidikanii.blogspot.com

Tue, 20 Jul 2010 @11:01

Uji Wilcoxon dengan SPSS



Uji wilcoxon digunakan untuk menganalisis hasil-hasil pengamatan yang berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Wilcoxon signed Rank test ini digunakan hanya untuk data bertipe interval atau ratio, namun datanya tidak mengikuti distribusi normal.


Uji hipotesis :
H0 : d = 0 (tidak ada perbedaan diantara dua perlakuan yang diberikan)
H1 : d ≠ 0 (ada perbedaan diantara dua perlakuan yang diberikan )
Dengan d menunjukkan selisih nilai antara kedua perlakuan.


Statistik uji


Dimana :
N = banyak data yang berubah setelah diberi perlakuan berbeda
T = jumlah renking dari nilai selisih yng negative (apabila banyaknya selisih yang positif lebih banyak dari banyaknya selisih negatif)
= jumlah ranking dari nilai selisih yang positif (apabila banyaknya selisih yang negatif > banyaknya selisih yang positif)


Daerah kritis
H0 ditolak jika nilai absolute dari Z hitung diatas > nilai Z 2 / α


Pada perangkat SPSS, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk melakukan uji tersebut.


Klik Analyze –> Nonparametric Test –>2 Related samples
muncul kotak dialaog:


Dan aktifkan wilcoxon pada Test Type
(lebih lanjut akan dijelaskan pada contoh soal)


Contoh Soal:
Universitas Gadjah Mada setiap tahunnya menerima Mahasiswa Baru melalui jalur-jalur khusus misalnya PBOS dan PBUPD. Guna mengetahui kualitas mahasiswa yang telah diterima melalui jalur tersebut, dilakukan tes Matrikulasi. Dan pihak pelaksana melakukan dua kali ujian yaitu sebelum program matrikulasi dilakukan dan setelahnya untuk mengetahui keefektifan program tersebut. Dan untuk itu diambil sampel sebanyak 15 orang dari kelompok IPA untuk mata ujian FISIKA, dan diperoleh data:




























































Peserta 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Sebelum 67 54 67 55 87 60 70 45 54 66 73 88 80 65 75
Sesudah 66 75 80 60 78 89 65 70 68 75 74 85 89 90 75

Analisisnya dalam SPSS adalah sebagai berikut:


1.Inputkan data seperti tampak di bawah ini:


Klik Analyze –> Nonparametric Test –> 2 Related samples
Aktifkan Wilcoxon dan masukan variabel yang akan diuji sebagaimana tampak pada kotak dialog:



Klik OK dan outputnya :


Dari output tersebut diperoleh:



  1. Negative Ranks atau selisih antara variabel sebelum dan sesudah yang negatif sebanyak 4 observasi atau dengan kata lain terdapat 4 observasi pada variabel sesudah yang kurang dari observasi pada variabel sebelum. Dan rata-rata rangkingnya = 4 dengan jumlah rangking negatif = 16

  2. Positive Ranks atau selisih variabel sebelum dan sesudah yang positif sebanyak 10 observasi atau denga kata lain terdapat 10 observasi pada variabel sesudah yang lebih dari observasi pad avariabel sebelum dengan rata-rata rangkingnya = 8,90 dan jumlah rangking positif = 89.

  3. Ties atau tidak ada perbedaan antara variabel sebelim dan sesudah sebanyak 1 observasi.


Oleh karena jumah rangking negatif lebih kecil dibanding rangking positif maka nilai T yang digunakan adalah jumlah rangking yang negatif.
Selanjutnya dilakukan uji hipotesis:
H0 : d = 0 (tidak ada perbedaan nilai tes sebelum matrikulasi dan sesudah matrikulasi)
H1 : d ≠ 0 (ada perbedaan diantara nilai tes sebelum matrikulasi dan sesudah matrikulasi )


Tingkat signifikansi α =0,05


Statistik Uji


Untuk nilai statistik uji, tinjau tabel output berikut:


dari tabel diperoleh nilai asymp sig = 0,022


Daerah kritis
H0 ditolak jika nilai asymp sig > nilai α


Kesimpulan
Oleh karena nilai asymp sig = 0,022 < α =0,05 maka Ho diterima yang berarti bahwa tidak ada perbedaan nilai Fisika calon mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti program matrikulasi.



Sun, 4 Jul 2010 @06:48

METODE MOORE DALAM AMDAL




METODE MOORE


 




Metode yang dipergunakan oleh Moore pada tahun 1973 dikenal pula dengan nama “ Matrik dampak dari Moore “. Keistimewaan dari metode moore ini adalah dampak lingkungan diperhitungkan :



  1. Pada kelompok-kelompok daerah yang sudah atau sedang dimanfaatkan manusia

  2. Berbagai proyek pembangunan yang telah ada dan telah mempengaruhi lingkungan


Metode ini telah dipergunakan untuk membuat kajian dampak lingkungan pada proyek pembangunan pantai Delaware di Amerika Serikat (USA). Proyek ini merupakan tipe aktifitas yang diduga akan menimbulkan dampak dengan memperhitungkan pula potensi dampak penting pada tiga daerah pantai Delaware di Amerika Serikat yang telah diman faatka oleh penduduk. Tiga daerah yang telah berkembang adalah sebagai berikut :



  1. Daerah dengan industri berat

  2. Daerah milik perorangan, milik negara bagian dan suaka marga satwa milik negara federal

  3. Daerah rekreasi Kota Lewes


DAsar filosofi metode Moore adalah analisis terhadap penyebab atau pembuat dampak yang seharusnya terjadi, dengan didasarkan pada pengenalan dampak langsung dan tidak langsung pada sumberdaya alam yang sedang dimanfaatkan oleh manusia.


Aliran dampak pada daerah yang sudah dimanfaatkan manusia digambarkan Moore sebagai berikut :


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


















Pengembangan masyarakat, infrastruktur, pelayanan umum, industri baru dan lain-lain




 

















Dampak pada estetika




 

















Perubahan kondisi fisik dan kimia




 

















Dampak pada kondisi sosial dan lingkungan hidup manusia




 

















Peningkatan jumlah penduduk setempat dan perubahan sifat/ ciri demografi




 

















Dampak pada upaya pemanfaatan lingkungan pesisir/ atau pantai (termasuk dampak pada kesehatan masyarakat




 

















Dampak pada ekologi pesisir/ pantai




 

















Pembangunan sumber pembuat aktifitas membuat membuat+




 

   


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Skema Aliran Dampak Dari Suatu Kegiatan


Pembangunan Pada Laingkungan Pantai


 


 


Skema tersebut di atas merupak dasar dalam menggambarkan diagram matrik interaksi Moore. Beberapa kategori dalam matrik interaksi Moore adalah sebagai berikut :



  1.  

    1. Kategori I



Aktifitas proyek pembanguna adalah seluruh aktifitas yang menimbulkan dampak dan aktifitas lainnya yang masih berhubungan dengan kegiatan pembangunan tersebut. Aktifitas ini dibagi kedalam beberapa tahapan misalnya pra konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi. Akan lebih sempurna bila setiap tahapan dirinci aktifitasnya.



  1.  

    1. Kategori II



Potensi perubahan komponen lingkungan. Komponen lingkungan ini dapat dirinci lagi kedalam parameter lingkungan. Agar mempermudah penyusunan maka komponen lingkungan tersebut dibagi kedalam 3 kelompok yaitu abiotik, biotik dan sosial ekonomi budaya. Setiap para meter atau komponen lingkungan diidentifikasi potensi perubahannya. Potensi perubahan komponen lingkungan ini mempergunakan kriiteria 4 skala yaitu 1,2,3 dan 4 masing-masing ditafsirkan  sebagai dapat diabaikan rendah, sedang dan tinggi. Hal ini merupakan kategori II.



  1.  

    1. Potensi kerusakan lingkungan pad setiap region atau sub region yang disebabkan oleh aktifitas pembangunan, merupakan kaiegori III, yang diisi dengan skala dengan kriteria 1,2,3,dan 4 masing-masing dapat diabaikan, rendah, sedang dan tinggi.

    2. Adanya silisih potensi perubahan dan potensi kerusakan lingkungan pada hakekatnya berpotensi mengurangi peluang manusia untuk memanfaatkan lingkungan yang ada pada daerah atau sub region yang telah ditetapkan. Hilangnya peluang manusia untuk memanfaatkan lingkungan ini merupakan kategori IV.

    3. Pengaruh yang menonjol dari aktifitas pembangunan terhadap komponen lingkungan, pada dasarnya adalah timbulnmyadampak penting dari aktifitas dampak tersebut dpada komponen atau parameter lingkungan. Dampak terhadap komponen kingkungan dapat diperkirakan dengan memberikan skala 1 atau 2 atau 3 atau 4 atau 5 masing-masing dengan interpretasi dampak sangat kecil, kecil, sedang, besar, dan sangat besar. Hal ini termuat dalam kategori V.

    4. Pengaruh atau dampak aktifitas pembangunan (yang merupakan upaya pemanfaatan lingkungan) dapat diperoleh dengan menginteraksikan kategori IV dengan kategori V. Hasil perhitungan ini dimaksukkan kedalam kategori VI.






Fri, 11 Jun 2010 @17:28

Copyright © 2018 admin [bloggersemarang.com] · All Rights Reserved