Mau buat Web? Silahkan Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

 

Toko Online Amazon.com

amazon link

 

Iklan-iklan


Masukkan Code ini K1-C57482-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Polling

   

Translator
Motivator Indonesia
The Other Links
Page Rank


 

Locations of visitors to this page

 

Chat with Admin
Welcome
image

admin@bloggersemarang.com

0898-98-59-0-59

Tukeran Link Yuk!

Blogger Semarang!

Chat With Us




ShoutMix chat widget

Facebook
Sponsor

Kontes SEO indositehost.com

 

Jika Anda, Seorang :

Pelajar

Karyawan

Mahasiswa

Pengusaha

Investor

Ingin Penghasilan tambahan?

call : 08989859059

Silahkan Klik Disini

Pasang Iklan Disini

Paket IklanNew

Selamanya New

Hanya 220 Ribu,

Produk Anda Akan di Iklankan Selamanya

( Bonus URL pilihan Anda )

Tersebar  ke lebih dari

5000  Website, Full Trafic

 

Search Engine Friendly

BONUS WEBSITE

( bagi yang beriklan paket 1 tahun )

Kirim materi Iklan ke:

admin@bloggersemarang.com

SMS Konfirmasi :

08989859059


UNTUK MENDAPATKAN WEBSITE DENGAN HARGA MURAH Rp.350.000 dan mendapatkan BONUS JUTAAN/MINGGU,- ANDA BISA MENGHUBUNGI NOMER HP : 0898-98-59-059, atau CUKUP KLIK LINK DI BAWAH INI

Klik Disini

Peta Pariwisata Kota Semarang

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke kota Semarang atau hanya sekedar ingin mengenal kota loenpia ini. Disini ada peta yang bisa menjadi panduan anda untuk jalan-jalan di Semarang. Silahkan donwload dengan cara mengklik gambar peta ini. Type file *rar.



Articles (5)

Keywords: motivasi

Bidadari Syurga, Ainul Mardhiyah

image

Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi'i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka"

read more...

Mon, 19 Jul 2010 @12:55

Tips Memulai Hari dengan Cerah

image




Posted by : Admin


 


Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau


udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan


suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang


dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.


 


Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah


modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai


hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.


 


Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah:


 


1. Mulailah dari malam hari.


Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup


tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda


masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk


menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah


sebaik-baiknya.


 


2. Bangun pagi lebih pagi.


Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan


kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai


dalam diri anda.


 


3. Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa


Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai


ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan


bersaat teduh.


 


4. Segarkan tubuh.


Minum air. Hirup aroma teh atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah


keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga


ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah


mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi


semesta hari ini.


 


5. Dapatkan sarapan secukupnya.


Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran


tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan


energi dan gizi.


 


6. Sapalah orang-orang yang anda jumpai.


Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung


menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka,


maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.


 


7. Jangan mengeluh


Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang


terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks


Sat, 10 Jul 2010 @18:43

Tips Membangunkan Raksasa Tidur dalam diri kita

image

 







Posted by: Admin


 


Sebagai manusia kita semua mempunyai satu persamaan, yaitu sama-sama memiliki impian. Kita semua tahu bahwa di dalam diri kita semua mempunyai karunia istimewa, yang dengan kelebihan kita masing-masing kita bisa membuat perbedaan besar, kita bisa menyentuh sesama manusia dengan cara yang istimewa, dan kita bisa menjadikan dunia ini menjadi lebih baik untuk kita tinggali.


 


Tetapi sering kali dalam kehidupan kita, impian-impian itu selalu diwarnai dengan rasa frustasi dan stress oleh kesibukkan rutinitas sehari-hari. Hal ini membuat kebanyakan orang tidak lagi berupaya untuk meraih segala impiannya.


 


Bahkan banyak orang yang kehilangan kepastian (the loser) yang menciptakan keunggulan sang pemenang (the winner).


Kita sering melihat perjalanan hidup seseorang, ada yang memulai kehidupannya dengan sangat miskin lalu dia bisa meningkatkan taraf kehidupannya hanya dalam jangka waktu 6 bulan! Ada juga yang sanggup menurunkan berat badannya sampai 50 kilogram hanya dalam jangka waktu 6 bulan! Otomatis, timbul pertanyaan dalam diri kita, bagaimana itu semua dapat terwujud?


 


Jawabannya sangat sederhana sekali. Mereka telah belajar untuk mengerahkan prinsip yang disebut: konsentrasi kuasa. Kebanyakan orang-orang tidak sadar akan kapasitas raksasa yang ada dalam diri mereka yang dapat langsung dikendalikan ketika kita memfokuskan segala sumber daya kita untuk menguasai satu bidang tunggal dalam kehidupan kita.


 


Ketika kita fokus dalam peningkatan di bidang apapun secara konsisten, kita mengembangkan strategi yang unik tentang bagaimana caranya menjadikan hal itu menjadi lebih baik. Alasan banyak orang tidak berhasil adalah karena mereka tidak pernah benar-benar mengarahkan fokus dan mengkonsentrasikan kuasa.


 


Bahkan secara ekstrimnya mereka hanya senang mencoba-coba saja, tidak pernah memutuskan untuk menguasai sesuatu secara khusus. Bahkan mereka hanya memfokuskan diri pada hal-hal sepele. Apakah yang membentuk perilaku manusia? Jawaban terhadap pertanyaan inilah yang memberikan kunci-kunci penting untuk membentuk takdir Anda sendiri.


 


Satu fokus tunggal yang harus kita buat di dalam diri adalah: Apakah yang membedakan kualitas kehidupan seseorang? Apakah yang membuat kehidupan seseorang menjadi teladan bagi yang lain sedangkan kehidupan orang lain sangat memprihatinkan?


 


Ada satu obsesi yang baik yang harus ditanamkan dalam diri kita masing-masing. Dan obsesi itu bisa kita mulai dengan beberapa contoh pertanyaan sederhana :


 


Bagaimanakah aku langsung bisa mengendalikan kehidupanku?


Apakah yang harus aku lakukan hari ini yang bisa mengendalikan perbedaan?


Apakah yang bisa membantuku dan orang lain membentuk takdir kami sendiri?


Bagaimanakah aku bisa berkembang, belajar, bertumbuh, dan membagi pengetahuan kepada orang lain, dengan cara yang berarti dan menyenangkan?


 


Pada usia dini kita harus mengembangkan keyakinan bahwa kita semua berada di bumi untuk memberi kontribusi sesuatu yang unik. Kita yakin bahwa di dalam diri kita masing-masing ada suatu karunia istimewa dari sang Pencipta. Kita masing-masing mempunyai talenta, karunia, kegeniusan kita sendiri yang menunggu untuk digali.


 


Mari kita sama-sama mempelajari diri kita masing-masing. Mungkin kita mempunyai talenta musik atau kesenian. Mungkin cara istimewa berhubungan dengan orang lain. Mungkin juga kegeniusan kita dalam menjual atau berinovasi atau menjangkau dalam bisnis dan karier kita.


 


“Allah menciptakan manusia dengan adil dan tanpa pilih kasih,


menciptakan manusia berbeda-beda,


tetapi mempunyai kesempatan yang sama


untuk memiliki kehidupan yang sebaik-baiknya”


-Anthony robbins


 


Saya tahu bahwa di manapun Anda berada, siapapun Anda, Anda menginginkan lebih! Bagaimanapun prestasi Anda, seberapa pentingnya Anda sekarang ini, ada keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda bisa lebih baik dari sebelumnya, dan akan jauh lebih baik lagi Anda di masa depan daripada sekarang.


 


Yang terpenting, bukan hanya Anda meyakininya, tetapi Anda sudah mengambil keputusan dan tindakan. Bukan hanya Anda sekedar membuka situs ini, tetapi anda juga membacanya! Statistik menyatakan bahwa kurang dari10% membuka buku, hanya membaca tidak lebih dari bab pertamanya saja. Tapi jelas bahwa Anda bukanlah orang yang bertipe itu, yang menipu diri sendiri dan hanya mencoba-coba saja.


 


Saya tantang Anda! Anda tidak saja untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk membaca situs ini (seperti orang yang menyerah atau the loser). tetapi juga untuk menggunakan apa yang Anda pelajari dengan cara sederhana setiap harinya. Inilah langkah maha penting yang diperlukan untuk menghasilkan apa saja yang menjadi komitmen Anda.


 

Sat, 10 Jul 2010 @18:39

Bagaimana Memotivasi Orang Lain

image




 


Prinsip Dasar Memotivasi Orang Lain


 


Tentang bagaimana kita memotivasi diri sendiri, ini sudah sering kita bahas di sini. Ada pertanyaan kayak begini, berbedakah antara kita memotivasi diri sendiri dan memotivasi orang lain? Dalam beberapa hal, ada kesamaan. Sebagai manusia (human kind), semua manusia itu sama. Tapi sebagai person (individu), setiap orang itu punya perbedaan. Perbedaan di sini mencakup perbedaan yang dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Karena itu, dalam hal memotivasi pun berlaku prinsip kesamaan dan perbedaan itu.


 


Menurut pandangan teori kompetensi, kalau kita baru bisa memotivasi diri sendiri, itu memang sudah bagus. Tapi akan lebih bagus lagi kalau kita bisa memotivasi diri sendiri dan bisa pula memotivasi orang lain. Konon, menurut naluri manusia, setiap orang itu sebetulnya ada panggilan jiwa untuk memotivasi orang lain. Bentuknya antara lain: kita tidak suka melihat hidup orang lain tidak bergairah, malas-malasan, ogah-ogahan, dan semisalnya. Bentuknya lagi, kita merasa happy ketika sedang diminta masukan tentang kehidupan orang lain atau juga kita merasa lebih suka melihat orang lain yang aura hidupnya memancarkan keoptimisan, keteguhan, dan kedinamisan. 


Meskipun sebenarnya orang lain itu butuh motivasi dari orang lain juga dan kita pun merasa happy melakukannya, tapi kejadian dalam prakteknya tidak seindah yang kita gambarkan di sini. Kejadian yang kita dapati di lapangan bisa bermacam-macam. Misalnya ada yang mengatakan, saya sudah capek ngasih masukan ke si dia. Sudah berbusa rasanya mulut ini, tapi tetap saja begitu. Yang lain mengatakan, dia berubah setelah dikasih masukan, dan setelah itu kembali lagi ke adatnya yang lama. Yang lain lagi punya pengalaman lebih buruk. Si dia lebih memilih defensif, ngeyel dan lebih cenderung menolak masukan dari orang lain.


 


Teorinya, setiap orang itu pasti bisa dimotivasi. Karena itu, teori motivasinya mengenal istilah sumber motivasi yang ekstrinsik dan intrinsik. Sumber motivasi ekstrinsik itu mencakup: perubahan keadaan, lingkungan, atau orang lain. Sedangkan yang intrinsik itu adalah dirinya sendiri, misalnya keinginan untuk mendapatkan atau menghindari sesuatu. Semua orang pada dasarnya punya sumber motivasi intrinsik ini. Dalam teori umum tentang manusia dikatakan, setiap manusia itu punya empat kapasitas, yaitu: a) kapasitas fisik / material, b) kapasitas daya mempertahankan / memperbaiki hidup, c) kapasitas intelektual, dan d) kapasitas kalbu / hati / emosi.


 


Dalam prakteknya, hubungan antara sumber ekstrinsik dan intrinsik itu pada umumnya saling terkait. Artinya, seseorang akan mudah termotivasi oleh sentuhan-sentuhan yang di luar dirinya apabila orang itu mengaktifkan sumber intrinsiknya. Sebaliknya, seseorang akan semakin tidak mudah tersentuh oleh motivasi ekstrinsik sejauh motivasi intrinsiknya belum aktif. Bahkan, pada batas yang paling ekstrim (yang sifatnya sangat eksepsional dan individual) sering ditemukan bahwa orang tidak akan termotivasi oleh berbagai bentuk sentuhan eksternalnya ketika orang itu menon-aktifkan sumber internalnya.


 


             Karena itu, baik dalam kisah kenabian atau kisah manajemen, tetap dikenal istilah "keterbatasan toleransi". Ada seorang nabi yang dicontohkan oleh Tuhan "tidak sanggup" mengubah pendirian anaknya sampai pada batas yang benar-benar final. Ada juga yang dicontohkan tidak bisa mengubah keluarga atau orangtuanya. Manajemen pun begitu. Ada orang yang sampai harus diberhentikan karena sudah benar-benar tidak bisa diperbaiki dengan fasilitas dan instrumen  yang ada. Sudah dikasih masukan, sudah dikasih teguran, sudah dikasih segala-galanya, tapi hasilnya nol.


 


Belajar dari fakta-fakta itu berarti ada sekelompok orang yang memang bisa menerima motivasi dari luar (ekstrinsik) secara langsung dan langsung diinternalisasikan ke dalam dirinya (intrinsik), ada yang menolaknya lebih dulu lalu menerima, ada yang lamban menerima, ada yang menerima pakai kuping kanan dan langsung dikeluarkan pakai kuping kiri, ada yang benar-benar menolak sampai Tuhan sendiri yang harus menyadarkan dengan mendatangkan realitas baru. Dan masih banyak lagi tipe manusia itu.


 


             Dari persoalan yang pelik tentang manusia itu kemudian lahirlah pengakuan dalam teori motivasi. Pengakuan itu adalah, setiap orang itu memang punya dua sumber motivasi, yaitu: dari luar dan dari dalam. Tapi, sumber yang hakiki adalah sumber dari dalam (intrinsik). Sumber dari luar bersifat mendukung, sementara sumber dari dalam bersifat menentukan. Karena itu, jika kita memotivasi orang, yang perlu kita motivasi bukan tindakannya semata (only to motivate action), melainkan memotivasi orangnya untuk mengaktifkan sumber motivasi intrinsiknya (the people). Inilah yang disebut prinsip dasar itu.


 


 


Mengukur Motivasi Seseorang


 


Konsep manajemen yang kita pakai sekarang ini mengenal dua ukuran motivasi. Pertama adalah ukuran kuantitatif yang didasarkan pada hasil kerja. Jika si A berhasil menjual barang ke lima puluh orang dalam sebulannya, sementara si B hanya mampu sepuluh, maka secara kuantitatif, si A lebih tinggi motivasinya. Ini fakta yang berbicara. Kedua adalah ukuran kualitatif. Jika si A bekerjanya selalu menunggu perintah atau hanya sesuai dengan job desc, sementara si B bekerjanya melampui job description itu (beyond job description), berarti si B (secara kualitatif) punya motivasi jauh lebih bagus.


 


             Kalau menelaah teori motivasi yang digagas ilmu pengetahuan dan agama, indikator tinggi-rendahnya motivasi seseorang itu terletak pada kemana ia membangun dependensi (kebergantungan). Semakin kuat seseorang menggantungkan sumber motivasinya pada faktor eksternal berarti semakin rendah. Sebaliknya, semakin kuat seseorang menggantung sumber motivasinya pada faktor internal berarti semakin kuat.


 


  Ini bisa kita lihat misalnya saja pada teori kompetensi dalam manajemen. Orang yang motivasinya rendah adalah orang yang baru melakukan sesuatu hanya berdasarkan apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh job-desk atau atasannya. Maksudnya di sini miskin inisiatif untuk menyempurnkan, menginovasi atau memperbaiki performansi. Agak dibilang tidak lebih rendah adalah orang yang sudah punya dorongan untuk menginovasi atau mengimprovisasi tugas-tugasnya namun dengan cara yang kurang efektif atau kurang efisien atau bertentangan dengan nilai-nilai organisasi (ngawur). Yang paling tinggi adalah orang yang punya dorongan atas dasar inisiatif, efektif, efisien dan sinkron dalam memilih cara, serta menghasilkan kinerja yang lebih bagus.


 


Dalam Psikologi pun begitu. Kita bisa lihat ini ke teorinya Abraham Maslow itu. Semakin kuat seseorang menggantungkan sumber motivasinya pada kebutuhan fisiologis (perut, kalkulasi ekonomi jangka pendek, dst) berarti semakin rendah. Sebaliknya, semakin kuat seseorang menggantungkan sumber motivasinya pada kebutuhan psikologis (mengembangkan potensi, aktualisasi diri, dst) berarti semakin tinggi.


 


             Wah, mana ada orang yang tidak menggantungkan sumber motivasinya pada kebutuhan fisiologis? Kan dia butuh makan, butuh kendaraan, butuh membeli susu anak-anaknya, butuh ini dan butuh itu? Memang dia malaikat? Maksudnya tentu bukan seperti itu. Ini adalah soal bagaiman seseorang memilih konsentrasi pikiran.  Orang yang berkonsentrasi pada kebutuhan psikologis pun butuh motivasi fisiologis, namun tidak mengandalkannya sebagai faktor tunggal atau yang paling utama dan satu-satunya. Dengan begitu perspektifnya tentang motivasi jauh lebih luas dan sehingga langkahnya tidak mudah dipatahkan oleh kendala yang terkait dengan kebutuhan fisiologis. Karena itu, dalam prakteknya, semakin kuat seseorang menggantungkan sumber motivasinya pada kebutuhan psikologis (aktualisasi-diri) semakian secara otomatik kebutuhan fisiologisnya terpenuhi sendiri. 


 


  Agama pun punya ukuran yang sama. Semakin kuat seseorang mengandalkan dirinya sebagai bekal untuk menuju Tuhan (beriman) semakin tinggilah motivasinya. Inilah yang sering disebut keikhlasan dalam beribadah (pengabdian). Sebaliknya, semakin kuat seseorang mengandalkan Tuhan dan nasib,  sampai-sampai "kapasitas dirinya" hilang, justru semakin rendah. Menurut petunjuk agama, orang yang motivasinya bagus adalah orang yang mengandalkan potensi dan kapasitas dirinya untuk berkreasi dan tetap mematuhi rambu-rambu Tuhan.


 


Contoh lainnya bisa kita lihat dalam konsep pengembangan karir. Semakin kuat seseorang mengandalkan keamanan karirnya pada pekerjaan, perusahaan, atau seseorang maka semakin rendahlah motivasinya dan keamanannya. Ini yang disebut job-based security. Sebaliknya, semakin kuat seseorang menggantungkan keamanan karirnya pada usahanya dalam mengembangkan karirnya itu maka semakin tinggilah motivasinya dan keamanannya. Inilah yang disebut people-based security.


 


  Contoh lainnya lagi bisa kita lihat ke konsep perbaikan harga-diri (self-esteem) dalam Psikologi. Semakin kuat seseorang menggantungkan harga dirinya pada penilaian dan perlakuan eksternal, justru semakin rendah harganya. Lebih-lebih lagi kalau sampai menggantungkan harga diri itu pada obat-obatan atau narkoba. Ini malah bisa hilang total. Orang yang harga dirinya dijamin akan bagus adalah orang yang punya penilaian positif, punya perasaan positif, punya agenda positif dan menjalankannya untuk mempositifkan hidupnya.


 


Nah, jadi untuk mengukur tinggi rendahnya motivasi seseorang dalam melakukan kebaikan, baik itu di tempat kerja atau lainnya, kita bisa memakai ukuran abstraktif di atas.


 





Oleh : Ubaydillah, AN


Posted by: Admin


 

Sat, 10 Jul 2010 @18:35

Kaidah 10.000 Jam

image

Berapakah waktu yang diperlukan seseorang untuk menjadi master di bidangnya bahkan menciptakan sebuah maha karya (masterpiece) dalam bidang yang ditekuninya tersebut?

Malcom Gladwell dalam bukunya yang berjudul OUTLIERS The Story of Success mengungkapkan sebuah penelitian tentang rahasia sukses para OUTLIERS yaitu orang-orang luar biasa di bidangnya yang karya atau hasil kerjanya mempunyai pengaruh besar terhadap sejarah dan perkemabangan dunia. Penelitian tersebut mengatakan bahwa ada jumlah minimum latihan berulangkali dalam usaha memperoleh keahlian dalam sebuah bidang. Dan para ahli tersebut telah mendapatkan sesuatu yang mereka yakini menjadi angka ajaib bagi seseorang agar menjadi seorang ahli. Dan angka ajaib tersebut adalah sepuluh ribu jam! Orang-orang yang berada di puncak tidak hanya berlatih keras atau lebih keras dari orang lain. Mereka berlatih sangat jauh lebih keras.

Sekelompok orang dengan bakat dan kemampuan yang sama bisa menjadi sangat berbeda seiring dengan berjalannya waktu berbanding lurus dengan jumlah waktu latihan dan belajar mereka. Ternyata bakat bukan satu-satunya unsur sukses pada orang-orang yang berada di puncak. Oleh sebab itu kita mengenal satu kosa kata yang bernama "jam terbang". Dan hal ini tidak hanya bicara tentang bekerja lebih keras dari orang lain, tapi bicara tentang seberapa keras kerja yang telah dilakukan.

Berikut ini yang ditulis oleh Michael Howe di dalam bukunya GENIUS EXPLAINED :
Berdasarkan standar komponis yang sudah dewasa, beberapa karya awal Mozart tidak luar biasa. Sejumlah karya awalnya mungkin dituliskan oleh ayahnya dan mungkin dikembangkan seiring berjalannya waktu. Banyak komposisi Wolfgang di masa kecilnya seperti tujuh concerto pertamanya untuk piano dan orkestra, merupakan aransemen ulang karya komponis lainnya. Dari berbagai concerto yang diciptakan sendiri oleh Mozart , karya palinng awalnya yang kini dinilai sebagai karya besarnya (no 9, K 271) baru diciptakannya pada usia 21 tahun : pada saat itu Mozart sudah menciptakan berbagai concerto selama 10 tahun lamanya.

Dan berapa lamakan 10 tahun itu ? Kira-kira sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk berlatih selama 10.000 jam. Sepeuluh ribu jam adalah angka ajaib untuk mencapai kesuksesan.

Dan berikut ini hasil wawancara dengan John Lenon ( The Beatles) - sebagian sudah mengalami ringkasan oleh penulis blog ini :
Kami mendapatkan semua itu karena mendapatkan pengalaman bermain sepanjang malam. Di Hamburg, kami harus bermain selama delapan jam lamanya jadi kami benar-benar harus menemukan cara baru untuk memainkan musik kami .
Delapan jam sehari, tujuh hari dalam seminggu, dan bila dihitung, ketika mereka memperoleh kesuksesan di tahun 1964, mereka telah naik panggung sebanyak seribu dua ratus kali. Kawah Candradimuka bernama Hamburg telah membedakan Beatles dengan band yang lainnya.

Seringkali seorang salesman menganggap remeh kegiatan prospek ataupun kegiatan penjualannya, pada umumnya mereka berorientasi pada hasil yang cepat. Padahal jika seorang salesman memahami kaidah sepuluh ribu jam ini, tentunya mereka tidak akan membuang waktunya untuk terus berlatih, baik dengan seminar, buku , ataupun praktek lapangan untuk mempertajam skill , sekaligus berusaha mencapai puncak prestasinya. Seorang salesman harus berlatih tidak hanya lebih keras dari rekannya tapi harus jauh lebih keras dalam standar yang telah ditentukan untuk bisa sukses.

Hitung umur anda sekarang , mampukan berkomitmen selama 10.000 jam?

Fri, 11 Jun 2010 @17:39

Copyright © 2018 admin [bloggersemarang.com] · All Rights Reserved